Kemendikdasmen Perkuat Kapasitas Pendidik dalam Mengimplementasikan SPAB di Satuan Pendidikan
Penguatan Perlindungan Anak
Kemendikdasmen Perkuat Kapasitas Pendidik sistem perlindungan anak dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah terus menjadi perhatian serius Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), pemerintah berupaya membangun ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan tangguh terhadap berbagai risiko bencana maupun ancaman kekerasan di satuan pendidikan.
Peningkatan Kapasitas Guru
Salah satu langkah konkret yang di lakukan adalah peningkatan kapasitas pendidik melalui kegiatan berbagi praktik baik. Upaya ini di wujudkan dalam penyelenggaraan webinar SPAB Seri 4 yang mengangkat tema “Guru Hebat: Punya SOP Kedaruratan dan Melakukan Simulasi di Sekolah”. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya.
Peran Strategis Guru
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Guru menegaskan bahwa pendidikan pengurangan risiko bencana di sekolah memiliki peran strategis. Guru sebagai garda terdepan di nilai perlu membekali peserta didik dengan pemahaman kebencanaan yang memadai. Pengetahuan tersebut mencakup langkah-langkah yang harus di lakukan sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana, sehingga sekolah mampu meminimalkan dampak risiko yang mungkin terjadi.
SOP Kedaruratan Rutin
Sejalan dengan hal tersebut, penguatan Prosedur Operasional Standar (SOP) kedaruratan serta pelaksanaan simulasi bencana secara rutin menjadi elemen penting dalam membangun sistem pendidikan yang aman. Setiap satuan pendidikan di dorong untuk memiliki SOP yang di sesuaikan dengan potensi risiko di lingkungan masing-masing, baik bencana alam maupun situasi darurat lainnya. Simulasi yang di lakukan secara berkala juga membantu meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah.
Baca juga : app.pinitschool.com
Budaya Aman Sekolah
Program SPAB tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan perlindungan terhadap anak.
Kolaborasi Lintas Sektor
Keberhasilan implementasi SPAB turut ditopang oleh kerja sama lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, lembaga penanggulangan bencana, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas dampak program. Selain kesiapsiagaan bencana, SPAB juga mencakup upaya perlindungan anak dari kekerasan, perundungan, dan berbagai bentuk ancaman lainnya di lingkungan sekolah.
Edukasi Khusus Siswa
Pengalaman para fasilitator dari berbagai daerah menunjukkan bahwa penyusunan dan pelaksanaan SOP kedaruratan perlu melibatkan seluruh unsur sekolah, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus. Edukasi SPAB bahkan dapat di integrasikan ke dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah agar siswa sejak dini memahami prosedur keselamatan. Evaluasi SOP secara berkala juga di perlukan agar tetap relevan dan efektif.
Perlindungan dari Kekerasan
Isu perlindungan anak dari kekerasan menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini. Sekolah di harapkan membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan serta menyediakan mekanisme pelaporan yang ramah anak dan mudah di akses.
Lingkungan Belajar Aman
Dengan melibatkan berbagai pihak secara berkelanjutan, SPAB menjadi langkah strategis untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tangguh.