Mi Instan Bisa Difermentasi Jadi ‘Tempe’, Ini Cara dan Penjelasannya – Siapa bilang tempe hanya bisa dibuat dari kedelai? Seorang ilmuwan pangan asal Indonesia membuktikan bahwa mi instan pun bisa bertransformasi menjadi tempe. Inovasi ini tidak hanya unik, tetapi juga menawarkan alternatif menarik bagi pencinta kuliner fermentasi.
Eksperimen yang Berawal dari Rindu akan Tempe
Dr. Driando Ahnan-Winarno, ilmuwan asal Indonesia, pertama kali bereksperimen membuat tempe mi instan pada tahun 2016 di Massachusetts, Amerika Serikat . Awalnya, ia merindukan tempe asli Indonesia saat tinggal di luar negeri. Namun, tempe yang dijual di Amerika terasa berbeda karena melalui proses pasteurisasi, sehingga teksturnya menjadi lebih layu .
Dengan latar belakang pendidikannya di bidang sains, Driando mulai situs slot demo bereksperimen memfermentasi berbagai bahan. Ia berpikir jika bahan makanan yang dapat direbus, dimasak, dan dikeringkan bisa ditumbuhi jamur tempe, maka mi instan pun bisa menjadi bahan dasar yang potensial .
Menariknya, ide ini ternyata bukan hal baru. Penelitian tentang fermentasi mi atau pasta menggunakan ragi tempe sebenarnya sudah terdokumentasi sejak tahun 1980-an . Namun karena di Indonesia tempe identik dengan kedelai, inovasi ini terlihat seperti sesuatu yang baru.
Bagaimana Proses Pembuatannya?
Proses pembuatan tempe mi instan relatif sederhana dan bisa dilakukan siapa saja di rumah. Driando bahkan sempat mengadakan workshop bersama Ayo Telusuri dan Indomie pada April 2021 untuk mempraktekkan cara pembuatannya .
Berikut langkah-langkah dasarnya:
-
Rebus mi hingga matang, lalu tiriskan hingga kering
-
Tunggu hingga mi tidak terlalu panas, karena suhu yang terlalu tinggi dapat membunuh ragi
-
Taburi mi dengan ragi tempe (Rhizopus oligosporus) secara merata
-
Masukkan mi ke dalam bungkus plastik atau daun pisang yang sudah dilubangi agar udara bisa masuk
-
Diamkan selama 24-40 jam pada suhu ruang hingga proses fermentasi selesai
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif turut mempublikasikan langkah-langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi pangan lokal . Hasilnya, mi akan mengeras dan menyatu menjadi padatan putih yang tampak mirip tempe kedelai biasa.
Cara Menikmati dan Kelebihannya
Tempe mi instan bisa dinikmati dengan cara yang sama seperti tempe situs judi bola biasa. Anda bisa menggorengnya hingga kecokelatan. Uniknya, bumbu mi instan yang tersisa bisa digunakan sebagai marinasi untuk menambah cita rasa .
Salah satu kelebihan tempe mi ini adalah daya tahannya yang lebih lama dibandingkan tempe kedelai. Jika tempe kedelai biasanya hanya bertahan sekitar tiga hari di lemari pendingin, tempe mi bisa bertahan hingga satu minggu .
Dari sisi nutrisi, proses fermentasi memberikan manfaat tambahan. Fermentasi pada umumnya dapat meningkatkan kadar protein, memunculkan vitamin-vitamin B kompleks, serta membuat nutrisi lebih mudah dicerna . Namun perlu dicatat, kandungan nutrisi spesifik dari tempe mi inovasi ini belum diteliti secara mendalam .
Tempe mi ini bisa menjadi alternatif yang menarik, terutama bagi anak kos atau WNI di luar negeri yang kangen tempe namun sulit mendapatkan kedelai. Cocok juga bagi Anda yang ingin bereksperimen dengan fermentasi di rumah!
